Aceh Utara – Ketua DPRK Aceh Utara, Tgk Arafat Ali, SE, menyampaikan apresiasi atas langkah Bupati Kabupaten Aceh Utara, Ismail A. Jalil, yang akrab disapa Ayah Wa, dalam menyalurkan bantuan sapi meugang kepada masyarakat di seluruh wilayah kabupaten tersebut.
Menurut Tgk Arafat, kebijakan ini merupakan bentuk nyata keberpihakan pemerintah kepada rakyat. Ia menegaskan, keputusan tersebut diambil melalui musyawarah bersama unsur Forkopimda Aceh Utara serta melibatkan seluruh camat agar bantuan dapat didistribusikan secara merata.
“Ini kebijakan yang sangat baik karena diputuskan melalui rapat bersama dan mempertimbangkan pemerataan bantuan untuk masyarakat di seluruh desa,” ujar Tgk Arafat, Kamis (19/2/2026).
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menyalurkan bantuan sapi meugang ke sekitar 852 desa dengan dukungan anggaran daerah lebih dari Rp19 miliar. Selain itu, sisa anggaran sekitar Rp5 miliar digunakan untuk membeli tambahan sapi yang diprioritaskan bagi desa-desa yang terdampak banjir parah.
Tidak hanya mengandalkan APBK, pemerintah daerah juga menjalin kemitraan dan melakukan lobi dengan berbagai pihak guna menambah jumlah hewan ternak yang disalurkan, khususnya bagi masyarakat korban banjir. Langkah ini dinilai sebagai wujud kepedulian pemerintah terhadap kondisi sosial dan ekonomi warga.
“Bagi kami di DPRK, kebijakan ini jelas menunjukkan keberpihakan kepada rakyat dan patut diapresiasi,” tambahnya.
Tgk Arafat juga menilai program tersebut mencerminkan komitmen kepemimpinan Bupati Ismail A. Jalil bersama Wakil Bupati Tarmizi Panyang dalam menjaga tradisi meugang sekaligus membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi menjelang hari besar keagamaan.
Sebagai daerah dengan jumlah penduduk lebih dari 610 ribu jiwa yang tersebar di 27 kecamatan, Aceh Utara membutuhkan kebijakan bantuan sosial yang merata, terutama mengingat sejumlah wilayah kerap terdampak banjir musiman.
Program pembagian sapi meugang ini diharapkan tidak hanya membantu kebutuhan masyarakat menjelang hari raya, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial dan menjaga tradisi kebersamaan yang telah mengakar di tengah masyarakat.[sam]

