Sel. Jul 7th, 2026

Ribuan Pohon Pinang Mati, Petani Paya Rabo Lhok Terpuruk Pasca Banjir Bandang Aceh Utara

Aceh Utara – Tujuh bulan berlalu pasca banjir bandang dahsyat yang menyapu Aceh Utara pada November 2025, luka masyarakat Desa Paya Rabo Lhok, Kecamatan Sawang, belum juga kering. Selain kehilangan tempat bernaung, ribuan pohon pinang sumber nadi ekonomi warga kini tinggal kenangan, mati diterjang lumpur dan arus bah.

Bencana yang terjadi pada akhir November 2025 lalu memang meninggalkan trauma mendalam. Desa Paya Rabo Lhok menjadi saksi bisu betapa ganasnya alam; ratusan rumah hanyut, tertimbun lumpur, bahkan bergeser hingga 15 meter dari titik asalnya.

Pinang selama ini menjadi komoditas andalan warga setempat. Namun, musibah tersebut telah merenggut harapan ekonomi masyarakat. Akar pohon pinang yang dangkal tak sanggup melawan derasnya arus, membuat ribuan pohon tumbang dan mati.

“Selain rumah hilang, kebun pinang yang kami rawat bertahun-tahun hancur. Sekarang kami tidak punya penghasilan,” ungkap salah satu warga yang sehari-hari bekerja sebagai pengupas pinang pada Senin, 06 Juli 2026.

Kerusakan ini menjadi beban berat, mengingat untuk menanam kembali dan menunggu hingga masa produktif, petani harus menanti waktu yang panjang, yakni sekitar 5 hingga 7 tahun.

Pemerintah Kabupaten Aceh Utara sempat menetapkan Status Siaga Darurat melalui Keputusan Bupati Nomor 360/845/2025, yang berlaku sejak 23 November 2025 hingga 15 Januari 2026. Namun, di lapangan, warga merasa uluran tangan pemerintah pusat masih jauh dari harapan untuk memulihkan kembali sendi-sendi ekonomi yang hancur.

Hingga kini, kondisi pemukiman masih dalam proses pemulihan yang lambat. BNPB terus memberikan peringatan agar masyarakat di wilayah rawan banjir dan longsor tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi cuaca yang masih menunjukkan ketidakstabilan.

Masyarakat diimbau untuk selalu siaga mengevakuasi diri ke titik aman jika tanda-tanda bahaya muncul dan tetap mengikuti arahan petugas di lapangan demi meminimalisir risiko bencana susulan.[Sb]

By Redaksi

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *