ACEH UTARA | Lintas Info Rakyat, Warga Rohingya kembali mendarat di Aceh tepatnya pantai Ule Madon, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Kamis (16/11/2023), sore sekitar pukul 16:15 WIB.
Sebelumnya mereka tiba di pantai Kabupaten Pidie , Pidie Jaya dan Jangka, Kabupaten Bireuen dalam kurun waktu tiga hari dan ini merupakan gelombang tiga.
Jumlah sementara yang tiba di pantai Ule Madon disebutkan mencapai 246 orang.
Dominan Kondisi Pengungsi Lemah
Dari kabupaten penghasil emping melinjau, ratusan pengungsi sudah dipindahkan dipindahkan ke penampungan pengungsi di Mina Raya.
Sementara, di Bireuen muncul persoalan, yakni terjadi penolakan terhadap kedatangan mereka.
Sampai-sampai, khabar bahwa pengungsi yang tiba di pantai Ule Madon, Kecamatan Muara Batu, merupakan pengungsi Rohingya yang sebelumnya berada di Jangka, Bireuen.
Mereka tidak diterima di kabupaten berjuluk Kota Juang tersebut. Kendati demikian, saat mereka mendarat, sempat terjadi penolakan oleh warga setempat, sehingga manusia perahu-julukan mereka harus kembali ke kapal yang mengangkut mereka. Ya, kapal yang ditambat sekitar 50 meter dari bibir pantai.
Tak lama kemudian, pengungsi yang mayoritas perempuan dan anak-anak itu, kembali turun ke darat. Alasan, perahu yang mereka tumpangi sudah tidak memungkinkan lagi atau bocor.
Mau tak mau ribuan warga yang datang melihat, membiarkan mereka kembali ke darat. Sejumlah pengungsi tentunya dengan kondisi lemah.
Bahkan, beberapa pengungsi mengadahkan tangan berkumandang do’a kepada Ilahi. Ya, bersyukur mereka sudah selamat dan tiba di pantai walau kondisi sangat miris sekali.
Seperti yang dilansir dilaman Rakyat Aceh, Kamis (16/11/2023), jangankan anak-anak, bahkan, orang dewasa ada yang sudah terkapar di pantai dengan wajah pucat pasi akibat kelelahan terombang ambing dilautan.
Faisal salah seorang unsur dari UNHCR menyebutkan belum dapat memastikan apakah pendatang kali ini merupakan pengungsi yang sebelumnya terdampar di Jangka, Kabupaten Bireuen.
“Jumlah masih simpang siur. Ya, ada menyebutkan 246 orang. Selain itu kita belum bisa memastikan apakah mereka yang dari Jangka, Bireuen atau bukan,” katanya kepada sejumlah wartawan di tepi pantai Ule Madon.
“Hingga saat ini kita masih terus berkoordnasi dengan pemerintah. Yang pasti kita tetap menanggulangi mereka,” tambah Faisal. (RakyatAceh)
