Jum. Apr 17th, 2026

Dinkes Paparkan Stategis Penurunan Angka Stunting

ACEH UTARA | Lintas Info Rakyat, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara,melalui dinas Kesehatan, Paparkan langkah stategis penurunan angka stunting pada Rombongan BKKBN pusat di pendopo Bupati Aceh Utara, baru-baru ini.

Pemkab juga menerima kunjungan silaturahmi pejabat dari Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat dalam rangka percepatan penurunan stunting sengan pemberian makanan tambahan untuk cepat tercapai kinerja optimalisasi penurunan stunting Aceh Utara.

Pejabat Aceh Utara yang turut menghadiri adalah Sekda Dr A Murtala, MSi, Asisten I Setdakab Dayan Albar, SSos, MAP, Kepala Dinas Kesehatan Amir Syarifuddin, SKM, Kepala Dinas PMPPKB Fakhruradhi, SH, MH, Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan Syarifuddin, ST, pejabat dari Dinas Pertanian Dan Pangan, Bappeda, Dinas Perkebunan Peternakan Dan Kesehatan Hewan, dan Ketua TP PKK. Juga hadir Ketua TPPS (Tim Percepatan Penurunan Stunting), Satgas Stunting, Koordinator P3MD, PLKB, dan IPeKB Aceh Utara.

Asisten 1 Dayan albar,MAP Pemerian Makanan tambahan PMT yang selama uni dilakukan oleh Kadis Kesehatan dan jajarannya telah mencapai 65 persen pada triualan satu dua dan tiga, Insyaallah pemberian gizi atau makanan tambahan terus dilakukan sesuai arahan Bapak PJ Bupati Mahyuzar.

Hal itu sesuai dengan intruksi Presiden pada saat sesi pelantikan para pejabat Kepala Daerah pada Juli lalu, Ada empat intruksi Presiden saat itu, yakni percepatan penurunan stunting, pengendalian inflasi, penurunan angka kemiskinan ekstrem, dan menyukseskan Pemilu 2024.

Aceh Utara, lanjut Dayan, merupakan daerah dengan data demografi penduduk terbanyak di Provinsi Aceh, di mana saat ini lebih dari 600 ribu jiwa. Jumlah desa juga terbanyak, bahkan terbanyak di Indonesia, yaitu 852 desa. Untuk itu dibutuhkan dukungan dan perhatian semua pihak untuk menyukseskan setiap program pemerintah, termasuk dalam program penanganan stunting.

“Saat ini jumlah stunting di Aceh Utara mungkin nomor 2 terbanyak di Aceh, yaitu 32,08 persen. Begitupun kita terus berupaya keras untuk meminimalisir melalui berbagai program kegiatan, bahkan pihak Dinkes menargetkan turun ke 27 persen pada tahun 2024,” kata Dayan.

Disebutkan, Pemkab Aceh Utara terus menggerakkan seluruh potensi teemasuk Posyandu,bidan PTT tim TPK untuk terus berupaya mengedukasi masyarakat agar mau konsumsi bakanan berprotein agar asupan gizi seimbang terjamin bagi ibu hamil dan balita.

Pemkab Aceh Utara Melalui Dinas Kesehatan juga mengajak pemerintah desa untuk serius memberikan perhatian terhadap masalah stunting, Yakni dengan cara menempatkan anggaran Dana Desa untuk mendukung program penurunan stunting di setiap desa, pada pos belanja Makanan bergizi.

Sementara pejabat Ahli Utama PLKB BKKBN Pusat Ir Siti Fatona, MPH, pada kesempatan itu memaparkan strategi- strategi dan pelaksanaan teknis serta lingkup tugas PLKB dalam upaya-upaya percepatan penurunan stunting di daerah.

Menurut Siti Fatona, tim percepatan penurunan stunting kalau sudah terbentuk maka mereka haruslah bergerak, baik di tingkat Kabupaten, kecamatan dan kelurahan. Mereka harus melakukan fungsi sehingga bergerak dalam satu kesatuan, perguruan tinggi juga harus turut membantu, baik dalam kerja KKN maupun penelitian-penelitian akademisi. “Forum Rektor sudah berkomitmen dengan BKKBN untuk upaya penurunan stunting,” ungkap Fatona.

Kadis kesehatan Amir Syamsyuddin, ketika ditemui media ini,mengaku dengan teratur pemberian PMT dan mengaktifkan jajaran kesehatan untuk mau dan peduli terhadap pemenuhan gizi seimbang bagi ibu hamil balita dan anak stubting maka pada akhir 2023 kecukuan gizi aceh utara akan terpenuhi,sehingga angka stunting juga akan menurun,paparnya. [ADV]

By Redaksi

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *