
PUASA RAJAB MERUPAKAN BID’AH BAGI ORANG-ORANG MALAS..!!!
Saat ini kita sudah memasuki dalam bulan Rajab, salah satu bulan haram yang merupakan bulan yang mendapat kemuliaan dalam agama. Dalam bulan ini, umat islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah kepada Allah lebih-lebih lagi bulan suci Ramadhan akan segera tiba. Salah satu ibadah yang ramai dilakukan oleh kaum muslim adalah berpuasa. Namun ada sebagian kalangan yang menganggap diri mereka sebagai pengikut ulama terdahulu yang paling benar sering menyebarkan dakwah mereka bahwa puasa Rajab adalah perbuatan bid`ah.
Oleh karena itu kami mengutip sebuah tulisan dari page Abu Mudi yang menjawab tentang masalah kedudukan hukum puasa di bulan Rajab.
Puasa bulan Rajab
Sebelumnya perlu diketahui bahwa puasa sunat dapat dilaksanakan kapan saja kecuali dalam waktu-waktu yang diharamkan untuk berpuasa seperti hari raya dan hari tasyriq.
Imam Nawawi mengatakan dalam syarah Muslim:
“Dari semua hadits-hadits ini dipahami bahwa disunatkan untuk tidak mengosongkan satu bulan pun dari puasa dan juga dipahami bahwa puasa sunat tidak terkhusus dengan satu waktu tertentu bahkan seluruh tahun patut untuk dilakukan puasa sunat kecuali bulan Ramadhan, hari raya dan hari tasyriq.”
Berkenaan dengan beberapa hadits bulan Rajab, dalam kitab Hawi Li al-Fatawi Imam As-Sayuthy menjelaskan:
Masalah: Tentang hadits riwayat Anas Rasulullah berkata: “Sesungguhnya di dalam surga ada sebuah sungai yang disebut dengan Rajab, airnya lebih putih dari susu dan lebih manis dari madu. Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Rajab niscaya Allah akan memberinya minum dari sungai tersebut”.
Dan hadist Ibnu Abbas, Rasulullah berkata : “Barangsiapa yang berpuasa di bulan Rajab sehari maka ia bagaikan berpuasa sebulan. Barangsiapa yang berpuasa tujuh hari di bulan Rajab niscaya dikuncikan baginya tujuh pintu neraka jahim. Barangsiapa berpuasa selama delapan hari niscaya dibukakan baginya delapan pintu surga. Barangsiapa berpuasa dalam bulan Rajab selama sepuluh hari niscaya digantikan keburukannya dengan kebaikan.”
Apakah semua hadist ini maudhu’ ?
Jawab: Hadits-hadits ini bukanlah hadist maudhu` tetapi merupakan bahagian dari hadist dhaif yang boleh diriwayatkan pada fadhail a`mal (keutamaan beramal).
Hadist pertama di riwayatkan oleh Abu Syeikh bin Hayyan dalam kitab ash-Shiyam dan diriwayatkan oleh al-Ashbihany dan Ibnu Syahin dalam kitab Targhib dan juga diriwayatkan oleh Imam Baihaqy dan lainya. Imam Ibnu Hajar al-Asqalany berkata tidak ada pada sanadnya perawi yang perlu ditinjau keadaannya selain Manshur bin Zaidah al-Asady.
Adapun hadits yang ketiga maka diriwayatkan oleh Imam Baihaqy dalam kitab Fadhail Auqat dan kitab yang lain. Hadits ini juga memiliki thariq dan syahid (pendukung) yang dhaif yang tidak stubut tetapi jauh dari keadaanya sebagai hadits maudhu` (hadits palsu).
Dalam satu hadits shahih riwayat Imam Muslim: “Telah menceritakan kepada kami Abubakak bin Abu Syaibah, telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Numair (dalam riwayat lain), telah menceritakan kepada kami oleh Ibnu Numair, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Utsman bin Hakim al-Anshari ia berkata, saya bertanya kepada Sa’id bin Jubair mengenai puasa Rajab, dan saat itu kami berada di bulan Rajab. Maka ia pun menjawab, saya telah mendengar Ibnu Abbas Ra. Berkata: “Dulu Rasulullah Saw pernah berpuasa hingga kami berkata bahwa beliau tidak akan berbuka. Dan beliau juga pernah berbuka hingga kami berkata bahwa beliau tidak akan puasa.” (H.R. Imam Muslim).
Dari uraian diatas dapatlah kita simpulkan:
Tidak ada satu dalilpun yang melarang untuk berpuasa sunat pada bulan Rajab.
Ada beberapa hadist yang menerangkan kelebihan puasa sunat di bulan Rajab, namun umumnya hadits dhaif yang masih boleh diriwayatkan serta diamalkan pada fadhail a`mal (keutamaan beramal)
Kesunnahan puasa dibulan Rajab juga masuk dalam sunat berpuasa dalam setiap bulan dan juga sunat berpuasa pada bulan haram Orang yang melarang manusia untuk berpuasa di bulan Rajab adalah orang yang jahil dan tertipu dalam agama.
ALLAH YANG MAHA MENGETAHUI…!!!
Sumber : baitulhasanialaziziyah.dayah.id
