Aceh Utara – Dalam rangka mendukung kelancaran pelaksanaan ibadah haji, Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara mengimbau kepada seluruh bakal calon jamaah haji tahun 2026 agar mulai menjaga kondisi kesehatan sejak dini. Imbauan ini mencakup penerapan pola hidup sehat, manajemen aktivitas harian, serta persiapan fisik dan medis guna memastikan jamaah dapat melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji dengan optimal dan aman.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr. Ferianto, menyampaikan bahwa edukasi dan pembinaan kesehatan menjadi salah satu fokus utama dalam tahap persiapan haji. Menurutnya, ibadah haji bukan hanya kegiatan spiritual, tetapi juga melibatkan aktivitas fisik yang intens, seperti thawaf, sa’i, wukuf di Arafah, hingga berjalan kaki cukup jauh dalam suhu yang panas. Karena itu, persiapan fisik tidak boleh diabaikan.
“Jamaah haji diberikan pemahaman mengenai pentingnya pola makan yang sehat, istirahat yang cukup, serta aktivitas fisik ringan secara teratur, seperti berjalan kaki setiap hari. Tujuannya agar tubuh terbiasa bergerak dan tidak kaget saat tiba di Tanah Suci nanti,” ujar dr. Ferianto, Rabu (9/7/2025).
Selain membiasakan gaya hidup sehat, para calon jamaah haji yang memiliki riwayat penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, jantung, asma, dan lainnya juga diimbau untuk rutin memeriksakan kesehatannya ke fasilitas kesehatan terdekat, minimal sejak enam bulan hingga satu tahun sebelum keberangkatan. Dinas Kesehatan menekankan pentingnya keteraturan dalam mengonsumsi obat sesuai resep, serta mematuhi semua arahan dari tenaga kesehatan.
Menurut dr. Ferianto, pembinaan kesehatan yang diberikan mencakup tidak hanya aspek fisik, tetapi juga edukasi mengenai pentingnya manajemen stres dan ketenangan mental, mengingat perjalanan haji bisa menguras tenaga dan emosi. Oleh karena itu, jamaah diharapkan dapat menyiapkan diri secara menyeluruh, baik secara jasmani maupun rohani.
“Langkah ini merupakan bagian dari strategi nasional dalam pembinaan kesehatan haji, untuk memastikan jamaah kita berangkat dalam kondisi benar-benar siap. Jamaah yang sehat dan bugar tentu akan lebih mudah menjalani seluruh rangkaian ibadah dengan penuh kekhusyukan dan tanpa hambatan berarti,” lanjutnya.
Tak hanya itu, Dinkes Aceh Utara juga akan terus melakukan pemantauan dan pendampingan kesehatan jamaah mulai dari tahap persiapan, proses pemeriksaan kesehatan, hingga keberangkatan dan kepulangan. Seluruh proses ini bertujuan untuk mengurangi risiko kesehatan yang mungkin timbul selama pelaksanaan ibadah haji, terutama bagi jamaah lansia dan penderita penyakit komorbid.
Dinas Kesehatan berharap seluruh bakal calon jamaah haji tahun depan dapat mulai membangun kesadaran diri tentang pentingnya menjaga kesehatan sejak sekarang. Dengan kondisi tubuh yang prima, para jamaah akan mampu menjalani ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat.[ADV]

