Sel. Mar 10th, 2026

Mahdi Kakao Dorong Petani Tingkatkan Pendapatan Lewat Fermentasi Biji Kakao

blank

‎Aceh Utara – Petani kakao di Aceh diimbau untuk mulai serius menggarap proses pascapanen, khususnya melalui fermentasi biji, agar dapat meningkatkan pendapatan. Hal ini disampaikan oleh Mahdi Abdullah atau yang akrab disapa Mahdi Kakao, petani kakao andalan binaan Dinas Perkebunan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan Kabupaten Aceh Utara.

‎Menurut Mahdi, perbedaan harga antara biji kakao konvensional dengan biji hasil fermentasi sangat signifikan. Namun, untuk dapat menghasilkan biji fermentasi berkualitas, kebun harus dirawat secara intensif.

‎“Kalau kebun tidak dirawat dengan baik, banyak biji yang terserang penyakit. Biji seperti itu tidak boleh masuk ke dalam kotak fermentasi. Kalau dipaksakan, hasilnya gagal, biji menjadi apek dan berbau asam cuka,” jelasnya, Jumat (5/9/2025).

‎Ia menambahkan, standar biji fermentasi yang baik sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) memiliki ciri warna merah madu, tidak berbau asam, dan berjumlah sekitar 120 biji per 100 gram. Dengan standar tersebut, harga jual biji fermentasi jauh lebih tinggi dibandingkan biji kakao biasa.

‎Mahdi juga menegaskan pentingnya edukasi bagi petani agar memahami teknik fermentasi. “Kalau semua petani diajarkan cara membuat biji fermentasi, mereka pasti lebih semangat. Karena keuntungan yang didapat jelas lebih besar daripada hanya menjual biji konvensional,” ujarnya.

‎Di akhir pesannya, Mahdi menyemangati petani untuk terus berinovasi. “Ayo semangat para petani kakao. Salam satu hobi,” tutupnya.[sam]

blank

By Redaksi

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *