Aceh Utara – Kondisi pascabanjir bandang di tiga desa di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, yakni Desa Riseh Tunong, Riseh Teungoh, dan Riseh Lambayong, masih memprihatinkan. Banjir bandang yang menerjang kawasan tersebut mengakibatkan kerusakan parah pada permukiman warga, bahkan sejumlah rumah dilaporkan hanyut tersapu arus deras.
Di Desa Riseh Tunong, Masjid At-Takarrub mengalami kerusakan berat. Sedikitnya 70 unit rumah warga di desa ini rusak parah dan tidak lagi layak huni. Selain itu, jembatan gantung yang menghubungkan Desa Riseh Teungoh dengan Desa Gunci ambruk, sehingga akses transportasi dan aktivitas warga terputus total.
Hingga kini, warga terdampak masih mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sebagian pengungsi menempati tenda darurat yang disediakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sementara lainnya mengungsi ke meunasah dan rumah warga di wilayah yang tidak terdampak.
Bantuan kemanusiaan mulai berdatangan dari pemerintah dan berbagai pihak, termasuk Asosiasi Solidaritas Sales Otomotif Aceh. Bantuan yang disalurkan berupa sembako dan pakaian layak pakai untuk meringankan beban para korban.
Meski demikian, trauma mendalam masih dirasakan warga, khususnya di Desa Riseh Tunong. Bencana ini tidak hanya merusak rumah dan harta benda, tetapi juga menghilangkan tempat tinggal mereka. Warga berharap adanya perhatian serius dari pemerintah dan para donatur untuk membantu pembangunan rumah layak huni.
“Harapan kami hanya ingin kembali memiliki tempat tinggal yang aman, agar trauma ini bisa perlahan pulih dan anak-anak kami dapat kembali bersekolah seperti biasa,” ujar salah seorang warga.[SB]

