ACEH UTARA -Jalan sepanjang sekitar 15 kilometer di Gampong Sido Mulyo, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, dilaporkan dalam kondisi rusak parah dan belum pernah diaspal sejak puluhan tahun terakhir. Kondisi tersebut menyebabkan warga kesulitan mengakses pendidikan, layanan kesehatan, serta aktivitas ekonomi.
Kerusakan jalan tampak di hampir seluruh ruas yang menghubungkan permukiman warga. Saat musim hujan, kondisi semakin parah karena jalan menjadi berlumpur dan sulit dilalui kendaraan.
Geuchik Gampong Sido Mulyo, Syafruddin, mengatakan jalan tersebut hanya pernah dilakukan pengerasan sejak awal pembangunan dan hingga kini belum pernah dilakukan pengaspalan.
“Sejak desa ini berdiri, jalan ini belum pernah diaspal, hanya pernah pengerasan dan itu pun sudah lama. Status jalan juga belum jelas,” ujar Syafruddin, Minggu (27/4/2026).
Kepala Sekolah Dasar (SD) nEGERI 9, Nurkhalis, S.Pd, menyebutkan kondisi jalan berdampak langsung terhadap aktivitas pendidikan. Waktu tempuh guru dan siswa menuju sekolah meningkat signifikan.
“Waktu tempuh yang sebelumnya sekitar 45 menit kini menjadi 1 jam 30 menit. Biaya bahan bakar juga meningkat dari sekitar Rp20 ribu menjadi Rp30 ribu untuk sekali jalan,” katanya.
Ia menambahkan, kerusakan jalan juga menghambat distribusi hasil perkebunan warga seperti pinang, jengkol, pala, kemiri, dan kelapa sawit, sehingga menimbulkan kerugian ekonomi.
“Banyak hasil kebun terlambat sampai ke pasar karena akses jalan yang sulit dilalui,” ujarnya.
Menurutnya, saat hujan turun, jalan menjadi sangat licin dan sulit dilalui, baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan bagi guru dan siswa.
“Siswa sering terlambat ke sekolah. Guru juga berisiko mengalami kecelakaan karena jalan licin. Saya sendiri pernah terjatuh saat melewati tanjakan hingga mengalami luka dan kerusakan barang bawaan,” katanya.
Di Gampong Sido Mulyo terdapat enam PAUD, lima sekolah dasar (SD), dua sekolah menengah pertama (SMP), satu sekolah menengah atas (SMA), serta satu dayah yang seluruhnya menggunakan jalan tersebut sebagai akses utama.
Syafruddin menambahkan, masyarakat telah berulang kali mengusulkan perbaikan jalan ke berbagai pihak, namun hingga kini belum terealisasi.
“Sudah sering kami usulkan, baik ke tingkat kabupaten maupun melalui perwakilan di DPRK, tetapi sampai sekarang belum ada realisasi,” ujarnya.
Ia menyebutkan jumlah penduduk di desa tersebut mencapai lebih dari 1.100 kepala keluarga, sehingga kebutuhan akan infrastruktur jalan yang layak menjadi sangat mendesak.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Aceh Utara terkait rencana perbaikan jalan tersebut.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera memberikan perhatian serius terhadap kondisi infrastruktur di Gampong Sido Mulyo agar aktivitas sosial, pendidikan, dan ekonomi dapat kembali berjalan normal.[sam]

