Sen. Mei 11th, 2026

Haru di Meunasah Bangka Jaya: Doa Tulus dan Lantunan Merdu Tajul Abrar Mengiringi Langkah Ibu Mariana Menuju Baitullah

Aceh Utara – Suasana khidmat dan penuh keberkahan terasa di Meunasah Gampong Bangka Jaya, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, pada malam Senin (10/5/2026).antusias nya warga berkumpul untuk mengikuti acara Pesijuk calon jamaah haji Mariana binti Hasballah asal gampong tersebut.

Acara dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang merdu dan menyentuh hati, dikumandangkan oleh Muhammad tajul Abrar yang pasangan dari Abdurrahman dan ibu Irasyuhada, Lantunan ayat-ayat suci Al-Quran yang pilihan tentang keselamatan perjalanan tersebut berhasil membawa suasana hening, membuat setiap hadirin larut dalam kekhusyukan sebelum inti acara dimulai.

Dengan fasih dan penuh penghayatan, Tajul melantunkan ayat-ayat Allah. Suaranya seolah membawa hadirin terbang ke dimensi spiritual yang lebih tinggi. Banyak ibu-ibu yang usap air mata, terharu bukan hanya karena makna ayat tersebut, tetapi juga karena bangga melihat anak gampong mereka begitu fasih membaca Al-Qur’an.

“Mendengar suara anak kita Tajul, hati jadi tenang. Seolah-olah ini adalah bekal terbaik untuk Ibu Mariana sebelum berangkat,” ujar salah satu warga yang hadir.

Setelah tilawah berakhir, Imum Gampong Bangka Jaya Tgk Muhammad Tayeb menyampaikan sambutannya. Ia mengucapkan selamat jalan kepada calon jamaah haji ibu Mariana binti hasballah yang telah terpanggil hatinya untuk berangkat menuju baitullah menunaikan rukun Islam kelima. “Kehadiran kita malam ini adalah sebagai bentuk kepedulian bersama. Kita melepas tamu Allah bukan hanya dengan materi, tapi dengan doa tulus agar menjadi haji yang mabrur,” ujarnya.

Momen Meminta Maaf yang Menyentuh,
Setelah tilawah usai, tibalah momen inti yang paling dinanti: Pesijuk. Ibu Mariana, dengan kerudung rapi dan wajah bersinar, duduk bersimpuh di tengah-tengah warga. Ia tidak berbicara banyak, namun setiap kata yang keluar dari mulutnya sarat makna.

“ Sebelum saya pergi menuju panggilan ilahi menuju Ka,bah di sana, saya mohon maaf bila ada dalam pergaulan selama di sini ada kata-kata saya yang menyakitkan, atau perbuatan saya yang kurang berkenan,” ucap Ibu Mariana dengan suara yang lembut .

Satu per satu, ia menyalami tangan para tetua dan teman-teman sebayanya. Tidak ada jabatan tangan formal, melainkan genggaman erat yang penuh keikhlasan. Air mata haru mengalir deras, baik dari mata Ibu Mariana maupun dari warga yang mendoakannya. Ini bukan sekadar ritual, ini adalah bukti bahwa di Gampong Bangka Jaya, hubungan antarwarga masih dijaga dengan hati.

Acara ditutup dengan pembacaan doa yang dbacakan oleh Tgk Bustami selaku wakil ketua BPD Gampong Bangka jaya,dan dilanjutkan jamuan sederhana sebagai tanda syukur dan silaturahmi. Acara pesijuk ini menjadi bukti kuatnya tali persaudaraan dan nilai-nilai religius yang masih terjaga erat di tengah masyarakat Gampong Bangka Jaya, Kecamatan Dewantara.[SB ].

By Redaksi

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *