Tgk Harmansyah A. Jalil Khutbahkan “Orang Tua Lebih Mulia dari Ulama” di Masjid Raya Pase Panton Labu

Redaksi
By
3 Min Read

Aceh Utara – Pelaksanaan ibadah Shalat Jum’at pada tanggal 16 Safar 1448 H / 31 Juli 2026 M di Masjid Raya Pase, Kecamatan Tanah Jambo Aye, berlangsung khidmat dan penuh hikmah. Ribuan jamaah memadati area masjid untuk mendengarkan khutbah yang disampaikan oleh Teungku (Tgk) Harmansyah A. Jalil, atau yang lebih dikenal Tgk Herman tuan ku raja, ia merupakan seorang ulama muda kharismatik dari Meunasah Geudong, Kecamatan Baktiya.

Dalam khutbahnya yang bertajuk “Orang Tua Lebih Mulia dari Ulama”, Tgk Harmansyah A. Jalil menyampaikan pesan mendalam tentang urgensi bakti kepada orang tua. Beliau menekankan bahwa meskipun seseorang memiliki gelar kealiman atau menjadi ulama yang disegani, kedudukan ayah dan ibu tetaplah lebih tinggi di sisi Allah SWT.

“Ridha Allah sangat bergantung pada ridha orang tua. Jangan sampai kesibukan dakwah atau ilmu yang kita miliki membuat kita lalai terhadap hak-hak kedua orang tua. Mereka adalah pintu surga kita,” ujar Tgk Harmansyah di hadapan jamaah yang antusias.

Usai khutbah, Tgk Herman juga menyempatkan diri untuk berinteraksi dengan masyarakat terkait upaya pemberdayaan ekonomi lokal. Beliau secara aktif membantu memasarkan obat herbal alami yang merupakan pusaka turun-temurun khas Aceh. Produk-produk ini dikenal memiliki khasiat unik dan telah dipercaya tidak hanya oleh masyarakat lokal, tetapi juga telah menembus pasar mancanegara.

“Obat herbal ini bukan sekadar komoditas, tapi warisan kesehatan nenek moyang kita yang sudah teruji. Saya berupaya membantu para pengrajin dan pelaku UMKM agar produk khasiat asli Aceh ini bisa dikenal lebih luas, hingga ke luar negeri,” ungkap Tgk Herman.

Langkah Tgk Herman ini mendapat apresiasi tinggi dari warga Panton Labu. Mereka menilai kehadiran tokoh agama seperti beliau tidak hanya membawa pencerahan spiritual, tetapi juga solusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui pelestarian dan promosi produk lokal.

Selain pesan spiritual, Tgk Harmansyah juga menyinggung potensi ekonomi masyarakat Aceh melalui pelestarian obat herbal alami warisan leluhur. Ia mengapresiasi upaya masyarakat lokal yang telah mengembangkan produk herbal khasiat unik hingga dikenal di mancanegara, dan berjanji akan terus mendukung distribusi produk pusaka tersebut sebagai bentuk pemberdayaan umat.

Masjid Raya Pase kembali membuktikan perannya sebagai pusat peradaban Islam di Panton Labu, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai wadah silaturahmi antar-ulama dan penguatan nilai-nilai kekeluargaan serta ekonomi umat.[SB]

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *