Layang Tunang Mengudara, Syamtalira Aron Juara

Redaksi
By
3 Min Read

ACEH UTARA — Kecamatan Syamtalira Aron berhasil meraih juara pertama dalam Festival Layang Tunang Peuleupi Hate yang digelar untuk memeriahkan Milad Samudera Pasai ke-800 di Lapangan Matang Ben, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, Rabu (9/9/2026).


Festival yang diselenggarakan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporaparekraf) Aceh Utara tersebut diikuti 27 peserta dari berbagai kecamatan. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya melestarikan permainan tradisional yang telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat Pasee.


Kepala Disporaparekraf Aceh Utara, Zulkifli, S.Ag., M.Pd., didampingi Kepala Bidang Keolahragaan Zulfikar Z, S.Pd., MT., selaku ketua panitia pelaksana, turut memimpin jalannya perlombaan.


Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, SE., MM., yang akrab disapa Ayah Wa, juga hadir menyaksikan langsung festival tersebut. Ia terlihat menyapa para peserta dan berinteraksi dengan masyarakat yang memadati lokasi perlombaan.


Zulkifli mengatakan, Festival Layang Tunang Peuleupi Hate bukan sekadar perlombaan, tetapi juga menjadi sarana untuk menjaga dan memperkenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi muda.


“Melalui festival ini, kita ingin menghidupkan kembali permainan tradisional yang menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Pasee. Milad Samudera Pasai ke-800 menjadi momentum yang tepat untuk memperkenalkan nilai-nilai budaya lokal agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman,” ujar Zulkifli.


Ia berharap festival permainan tradisional tersebut dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga warisan budaya masyarakat tidak hilang akibat perkembangan zaman.


Dalam perlombaan, peserta menggunakan layang tunang berukuran sekitar 50 hingga 60 sentimeter dengan panjang benang mencapai 400 meter.


Pendaftaran peserta telah dibuka pada 6 hingga 8 September 2026 melalui Stand Disporaparekraf yang berada di area Expo Milad Samudera Pasai.


Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang pelaksanaan festival. Selain menjadi ajang kompetisi, Festival Layang Tunang juga menjadi hiburan rakyat sekaligus ruang untuk mempererat kebersamaan masyarakat dalam rangkaian Milad Samudera Pasai ke-800.


Syamtalira Aron Juara I


Setelah melalui serangkaian pertandingan dan penilaian dewan juri, Kecamatan Syamtalira Aron berhasil keluar sebagai juara pertama.
Juara kedua diraih Kecamatan Syamtalira Bayu, sedangkan Kecamatan Dewantara menempati posisi ketiga.


Berikut daftar pemenang Festival Layang Tunang Peuleupi Hate Milad Samudera Pasai ke-800:


Juara I: Syamtalira Aron — Rp2.000.000 + piala
Juara II: Syamtalira Bayu — Rp1.500.000 + piala
Juara III: Dewantara — Rp1.000.000 + piala


Bupati Aceh Utara, Ayah Wa, mengapresiasi antusiasme peserta dan masyarakat yang mengikuti Festival Layang Tunang tersebut.
Menurutnya, pelestarian permainan tradisional merupakan bagian penting dalam menjaga identitas budaya daerah.


“Permainan tradisional seperti layang tunang merupakan warisan budaya yang harus kita jaga bersama. Melalui kegiatan ini, generasi muda dapat mengenal dan mencintai budaya daerahnya sendiri, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan masyarakat,” katanya.


Festival Layang Tunang Peuleupi Hate menjadi salah satu rangkaian Milad Samudera Pasai ke-800. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga memperkuat pelestarian budaya dan sejarah Samudera Pasai sebagai bagian dari warisan Aceh Utara.[samsuir]

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *