Aceh Utara — Peringatan Hari Jadi ke-800 Kesultanan Samudera Pasai yang dipusatkan di Lapangan Upacara Kantor Bupati Aceh Utara, Landing, Lhoksukon, berlangsung semarak. Kegiatan tersebut turut menjadi momentum bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat.
Mengusung tema “Tajaga Adat, Tapeukong Syariat”, rangkaian Piasan Pasee 2026 tidak hanya menghadirkan berbagai kegiatan budaya dan sejarah, tetapi juga menjadi ruang promosi bagi produk ekonomi kreatif masyarakat Aceh Utara.
Salah satu stan yang menarik perhatian pengunjung adalah stan pameran Kecamatan Sawang. Beragam produk kerajinan dan makanan khas daerah ditampilkan untuk memperkenalkan potensi UMKM dari sejumlah gampong di Kecamatan Sawang.
Salah satu produk yang menjadi perhatian adalah piring situek, yang dibuat dari pelepah pinang oleh warga Gampong Keude Sawang dan Blang Manyak. Produk tersebut dijual dengan harga sekitar Rp45.000 per lusin.
Penjaga stan, Suci Mulia bersama Marda Wati, mengatakan piring situek merupakan salah satu bentuk inovasi masyarakat dalam memanfaatkan bahan yang sebelumnya dianggap sebagai limbah.
“Dengan adanya produk piring situek ini, pelepah pinang yang sebelumnya hanya menjadi sampah di kebun sekarang bisa diolah dan dimanfaatkan untuk menambah penghasilan keluarga,” ujar Suci Mulia saat ditemui di lokasi acara, Landing, Lhoksukon.
Selain piring situek, stan Kecamatan Sawang juga memamerkan Tas Karawang hasil produksi perajin dari Gampong Ulee Geudong. Tas tersebut hadir dalam berbagai model, mulai dari tas sandang hingga dompet dengan desain yang menarik.
Produk-produk kerajinan tersebut mendapat perhatian pengunjung. Sejumlah produk bahkan terlihat diminati dan dibeli oleh masyarakat yang datang ke lokasi pameran.
Tidak hanya kerajinan, UMKM Kecamatan Sawang juga membawa berbagai produk lokal lainnya, seperti kue khas daerah, anyaman tikar, olahan sagu, serta beragam makanan ringan.
Kehadiran produk UMKM dalam peringatan 800 tahun Samudera Pasai dinilai menjadi kesempatan penting untuk memperluas pemasaran produk masyarakat sekaligus memperkenalkan potensi ekonomi kreatif Aceh Utara.
Momentum tersebut juga sejalan dengan semangat Aceh Utara Bangkit, khususnya dalam mendorong masyarakat agar mampu mengembangkan potensi lokal menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.
Semangat menghidupkan kembali ekonomi masyarakat juga memiliki keterkaitan dengan sejarah Samudera Pasai yang pada masanya dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan penting di kawasan Asia Tenggara.
Anggota DPRK Aceh Utara dari Fraksi Golkar daerah pemilihan (Dapil) 4, Abuzar, ST, turut memberikan apresiasi terhadap keterlibatan pelaku UMKM Kecamatan Sawang dalam kegiatan tersebut.
Ia mengatakan, Jumat (11/9/2026), keberadaan stan UMKM dalam peringatan 800 tahun Samudera Pasai harus menjadi momentum untuk mendorong produk masyarakat agar semakin dikenal dan berkembang.[samsuir]

