Sel. Mar 10th, 2026

Tgk.Nazaruddin RKPD 2024 harus tuntas Bendungan Krung Pasee


blank

Aceh Utara-Lintas Info Rakyat,Forum diskusi Publik Pemkab Aceh Utara antar pelaku pembangunan,tokoh Masyarakat   yang digelar Kamis lalu di Aula Setdakab Landi ng,19 Januari 2023  amat penting

 membahas tentang keberlangsungan hajat hidup Masyarakat Meurah Mulia,Samudera,Syamtalira Bayu, Blang Mangat Kota Lhokseumawe, Nibong, Tanah Luas dan sejumlah kecamatan lainnya di Wilayah tengah Aceh Utara yang sedang mengalami Kekeringan akibat Lamban capaian  Progres pengerjaan Bendungan Krung Pasee Leubok Tuwe Meurah Mulia  yang berujung gagal  Panen Raya pada maret mandatang.

Mencermati  hal itu, Ketua Panitia Legislasi (Panleg) DPRK Aceh Utara Tgk Nazaruddin sangat prihatin dengan nasib Ratusan ribu Penduduk Wilayah Tengah Aceh Utara dan sebagian Kota Lhokseumawe.

Politisi Muda Nazaruddin mengingatkan  hal penting yang harus dipastikan masuk RKPD 2024 tentang penuntasan masalah Bendungan Krueng Pase dengan Kementerian PUPR dan Rekanan pelaksana.

“Pemkab dibawah Kendali  PJ Bupati Azwardi  harus dipastikan jangan sampai Masyarakat tak dapat pasokan  air oleh Bendung Krueng Pase, sehingga masyarakat tidak dapat menggarap lahannya tahun 2023 dan 2024,” ungkap Tgk Nazar yang akrab disapa Abi saat dihubungi media ini.

Alumnus IAIN Lhokseumawe itu  juga menyebut Pentingnya perhatian penanganan banjir secara menyeluruh di Aceh Utara,  kata dia Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dapat merancang program dan teknis atau mekanisme strategi  Penanganan  berkelanjutan.

Sementara itu Tokoh muda Aceh Utara yang juga Dosen Komunikasi Husaini,M.Kom.I , menaruh perhatian Langkah yang ditempuh Pemerintah Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe terkait  Lambannya capaian Progres Pembangunan Bendungan Krung Pasee sayap kiri dan sayap kanan, pasalnya  ada dua Kabupaten kota yang harus terlibat ” PJ Wali kota juga punya tanggung jawab menyangkut ketersediaan air untuk warganya di Kecamatan Blang Mangat Kota Lhokseumawe, karena kan suplai air juga dari Krung Pasee, jadi PJ wali kota harus bergerak juga untuk mempertanyakan ke pihak Balai atau Langsung Ke Kementerian PUPR di Jakarta”

blank


Lebih Lanjut Husaini mengungkapkan Rasa kasihan terhadap masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada hasil Panen Gabah, jika terus menerus gagal panen maka akan merembes ke tatanan Sosial dan inflasi Daerah”,ungkapnya .(Red)

blank

By Redaksi

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *