Mencermati hal itu, Ketua Panitia Legislasi (Panleg) DPRK Aceh Utara Tgk Nazaruddin sangat prihatin dengan nasib Ratusan ribu Penduduk Wilayah Tengah Aceh Utara dan sebagian Kota Lhokseumawe.
Politisi Muda Nazaruddin mengingatkan hal penting yang harus dipastikan masuk RKPD 2024 tentang penuntasan masalah Bendungan Krueng Pase dengan Kementerian PUPR dan Rekanan pelaksana.
“Pemkab dibawah Kendali PJ Bupati Azwardi harus dipastikan jangan sampai Masyarakat tak dapat pasokan air oleh Bendung Krueng Pase, sehingga masyarakat tidak dapat menggarap lahannya tahun 2023 dan 2024,” ungkap Tgk Nazar yang akrab disapa Abi saat dihubungi media ini.
Alumnus IAIN Lhokseumawe itu juga menyebut Pentingnya perhatian penanganan banjir secara menyeluruh di Aceh Utara, kata dia Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dapat merancang program dan teknis atau mekanisme strategi Penanganan berkelanjutan.
Sementara itu Tokoh muda Aceh Utara yang juga Dosen Komunikasi Husaini,M.Kom.I , menaruh perhatian Langkah yang ditempuh Pemerintah Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe terkait Lambannya capaian Progres Pembangunan Bendungan Krung Pasee sayap kiri dan sayap kanan, pasalnya ada dua Kabupaten kota yang harus terlibat ” PJ Wali kota juga punya tanggung jawab menyangkut ketersediaan air untuk warganya di Kecamatan Blang Mangat Kota Lhokseumawe, karena kan suplai air juga dari Krung Pasee, jadi PJ wali kota harus bergerak juga untuk mempertanyakan ke pihak Balai atau Langsung Ke Kementerian PUPR di Jakarta”
Lebih Lanjut Husaini mengungkapkan Rasa kasihan terhadap masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada hasil Panen Gabah, jika terus menerus gagal panen maka akan merembes ke tatanan Sosial dan inflasi Daerah”,ungkapnya .(Red)

