LHOKSEUMAWE- LINTAS INFO RAKYAT, Sejulah insiden tawuran yang menyeret para Remaja dan anak dibawah Umur telah berlangsung sejak 5 bulan terakhir dalam aksi tawuran,begal dan penjambretan terhadap warga, hal itu membuat was was dan trauma bagi warga dan para pendatang di Kota yang pernah dijuluki Petro dolar.
Tentunya semua pihak tidak mengharapkan insiden itu terjadi, selain membuat suasana gaduh juga membuat trauma bagi korban yang mengalami kekerasan dengan menggunakan senjata tajam.
Salah seorang Tokoh Masyarakat Kota Lhokseumawe, Muklis atau yang sering disapa Pak Ulis, menanggapi persoalan kenakalan remaja melalui grub wasapp, menurutnya dengan nada tanya kemana mereka akan bersandar ? bila ruang untuk mereka tertutup, maka dikhawatirkan Akan terus lahir mafia kejahatan kejehatan baru.
Orang tua mereka mengabaikan mereka ? padahal mereka butuh binaan binaan dan bimbingan, menurut Pak Ulis Perlu wadah rohaniawan yang Memotivas mereka dalam membentuk mental untuk generasi kedepan, untuk melanjutkan estafet bangsa dimasa yang akan datang.
Pak Ulis juga mengajak istansi terkait seperti Dinas Pendidikan , Para Ulama, Umara, para pemangku kepentingan kepentingan, untuk memikirkan adanya upaya untuk merangkul anak anak yang terlanjur terlibat dalam aksi berdara.
Dengan harapan, yang liar bisa menjadi jinak, yang jinak bisa berinovasi dan produktivitas, “Ayo jangan saling menyalahkan”
Pak Ulis sambil menutup pembicaraannya, menyarankan venomena yang terjadi beberapa waktu yang lalu bahkan tadi malam, “Ini salah kita bersama, mari sama menyalahkan diri kita sendiri untuk bangkit memperbaki negeri”. Ungkap Pak Ulis.
Keterpaduan semua pihak tentunya masih bisa diperbaiki walaupun sulit,namun Para Pemangku Kepentingan dan Orang tua mereka harus bergerak Cepat untuk mengantisipasi insiden yang merugikan masyarakat Kota Lhokseumawe dan sekitarnya.(Red)

