Sab. Apr 25th, 2026

Stunting Dapat di Cegah Melalui MPASI, Begini Penjelasannya !

ACEH UTARA I Lintas Info Rakyat, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melalui Dinas Kesehatan Aceh Utara pada tahun 2024 menjadi prioritas utama penangganan stunting. Stunting dapat dicegah melalui makan pendamping air susu ibu (MPASI).

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Amir Syarifuddin, SKM, MM melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Samsul Bahri, SKM, MKM Menjelaskan MPASI merupakan hal penting dan perlu diperhatikan bagi orang tua, karena salah satu unsur yang dapat mempengaruhi stunting anak melalui pemberian MPASI yang kurang bergizi atau kurang tepat.

MPASI kita berikan pada bayi pada saat memasuki usia 6 bulan, karena ini bagian dari pemenuhan gizi optimal dimasa 1.000 Hari Pertama Kehidupan Anak. Apabila pemberian tersebut sudah tepat, MPASI dapat mendukung tumbuh-kembang lebih optimal. Sebaliknya, pemberian yang kurang tepat bisa menyebabkan stunting. Oleh karena itu, ada berbagai hal yang harus diketahui bagi orang tua saat mengenalkan MPASI pada anak.

Samsul Bahri mengungkapkan, stunting pada anak harus menjadi perhatian dan diwaspadai. Stunting menandakan bahwa nutrisi anak tidak terpenuhi dengan baik. Jika dibiarkan tanpa penanganan, stunting bisa menimbulkan dampak jangka panjang kepada anak.

Anak tak hanya mengalami hambatan pertumbuhan fisik, tapi nutrisi yang tidak mencukupi juga memengaruhi kekuatan daya tahan tubuh hingga perkembangan otak anak.

“MPASI harus diberikan tepat waktu, yakni ketika bayi sudah siap menerima makanan padat pertamanya. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan MPASI diberikan saat bayi memasuki usia 6 bulan. Sesuai saran Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), pemberian MPASI harus dilakukan dengan adekuat.

Maksudnya, di dalam kandungan MPASI harus bisa menyediakan energi, protein, dan mikronutrien yang cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi si kecil yang sedang tumbuh. Oleh karena itu, generasi bersih dan sehat (Genbest) jangan ragu untuk memberikan menu lengkap pada MPASI bagi anak meskipun usianya baru 6 bulan,” ungkap, Samsul Bahri, Jumat (8/3).

Dia menjelaskan tentang menu MPASI harus lengkap diantaranya yang ada sumber karbohidrat, protein hewani dan nabati, lemak, serta vitamin dan mineral berupa zat besi, kalsium, zinc, vitamin C, vitamin A dan folat.

“Pemberian MPASI bertujuan untuk memberi kesempatan bagi anak untuk belajar makan yang benar, menguatkan kemampuan dasar perkembangan serta mempersiapkan pemenuhan kebutuhan nutrisi sesuai kebutuhan anak,”Sebutnya.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Samsul Bahri, SKM, MKM , Orang tua perlu mengetahui waktu yang tepat dalam pemberian ASI. Sebagai contoh yang paling kecil di saat kita sebagai orang tua mengajarkan waktu makan sebanyak tiga kali dalam sehari, anak pun akan merasa bahwa dia harus makan dalam waktu tersebut.

“Waktu tepat MPASI biasanya diperkenalkan pada anak saat menginjak usia 6 bulan yang ditandai dengan tanda-tanda nuerofisiologi, apakah anak sudah siap MPASI atau belum. Tanda-tanda tersebut termasuk anak bisa duduk tegak, gerakan ekstrusi menghilang, tidak mengeluarkan makanan dari mulut, tertarik makanan orang lain, mulut bergerak melihat orang lain makan, dan mudah lapar,” ungkapnya.

Apabila saat pemberian MPASI bagi sibayi menunjukkan tanda tidak mau makan (mengatupkan mulut, memalingkan wajah atau menangis), tawarkan kembali makanan secara netral, yaitu tanpa membujuk atau dengan memaksa. Jika setelah 10 menit sampai 15 menit tetap tidak mau makan.

Perlu kita ketahui dalam memberikan MPASI, ciptakan suasana makan yang menyenangkan, (jangan ada paksaan) serta tidak ada distraksi (mainan, televise, perangkat permainan elektroknik). Kita harapkan pemberian MPASI dapat melatih dan membiasakan bayi mengonsumsi makanan yang mengandung zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuhnya seiring dengan bertambahnya usianya. [ADV]

By Redaksi

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *