ACEH UTARA – Poliomielitis atau polio adalah penyakit menular yang disebabkan oleh polio virus. Di sekitar 0,5% dari kasus polio terdapat kelemahan otot yang mengakibatkan kelumpuhan. Hal ini dapat terjadi selama beberapa jam sampai beberapa hari. Kelemahan paling sering terjadi pada kaki tetapi kadang-kadang terjadi pada otot-otot kepala, leher dan diafragma. Virus polio yang ditemukan dapat berupa virus polio vaksin/sabin, Virus polio liar/WPV (Wild Poliovirus) dan VDPV (Vaccine Derived Poliovirus). VDVP merupakan virus polio vaksin/sabin yang mengalami mutasi dan dapat menyebabkan kelumpuhan. Hal ini diutarakan oleh Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Amir Syarifuddin SKM, MM melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), dr. Ferianto pada hari Jumat (17/5/2024).
VDPV diklasifikasikan dalam 3 kategori yaitu 1). Immunodeficient-related VDPV (iVDPV) berasal dari pasien imunodefisiensi, 2). Circulating VDPV (cVDPV) ketika ada bukti transmisi orang ke orang dalam masyarakat, dan 3). Ambiguous VDPV (aVDPV) apabila tidak dapat diklasifikasikan sebagai cVDPV atau iVDPV. Penetapan jenis virus yang dimaksud, ditentukan berdasarkan pemeriksaan laboratorium. Identifikasi VDPV berdasarkan tingkat perbedaan dari strain virus OPV.
Menurut Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), dr. Ferianto, Polio dapat menyerang pada usia berapa pun, tetapi polio terutama menyerang anak-anak di bawah usia lima tahun.

Pada awal abad ke-20, polio adalah salah satu penyakit yang paling ditakuti di negara-negara industri, melumpuhkan ratusan ribu anak setiap tahun. Pada tahun 1950an dan 1960an polio telah terkendali dan praktis dihilangkan sebagai masalah kesehatan masyarakat di negara-negara industry. Hal ini setelah pengenalan vaksin yang efektif,” Jelasnya.
Pada 4 Januari 2024, Indonesia kembali melaporkan satu kasus tambahan polio (tipe cVDPV2) melalui surveilans AFP di Kabupaten Sampang, Jawa Timur dengan onset lumpuh pada 6 Desember 2023.
Selain itu, pada 22 Desember 2023 dilaporkan 1 kasus cVDPV2 di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur dengan onset pada 22 November 2023. Sehingga total kasus Polio tipe cVDPV2 di Indonesia tahun 2022-2023 sebanyak 7 kasus (1 kasus di Jawa Tengah, 1 kasus di Jawa Barat, 2 kasus di Jawa Timur dan 3 kasus di Aceh) serta total temuan cVDPV2 pada anak sehat sebanyak 20 anak (9 anak di Jawa Timur, 7 anak di Jawa Barat, dan 4 anak di Aceh). Selain itu, dilaporkan sampel lingkungan positif cVDPV2 di Jawa Timur.

Rendahnya angka imunisasi polio di Aceh disebut sebagai salah satu penyebab utama munculnya kasus Polio di Aceh, termasuk Kabupaten Aceh Utara dengan temuan kasus cVDPV2 sebanyak 1 kasus pada awal Januari 2023. Adapun capaian imunisasi Polio di Kabupaten Aceh Utara pada tahun 2023 adalah sebesar 44%, hal ini masih sangat jauh jika dibandingkan dengan target capaian nasional yaitu seberar 95%. Terkait penemuan kasus positif polio di Kabupaten Aceh Utara, Pemerintah Daerah memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan untuk melakukan PE lebih lanjut untuk menumukan kemungkinan ada kasus lain di wilayah setempat. Pada kejadian ini Pemerintah Kabupaten Aceh Utara tidak menetapkan status KLB, karena Status KLB Aceh sebelumnya belum dicabut dan masih tahap Outbreak Respon Assesmen oleh Tim WHO. Peningkatan capain Imunisasi Polio tahap 1 dan 2 pada saat pelasanaan ORI juga terus ditingkatkan agar dapat memutus mata rantai penyebaran kasus polio itu sendiri,”Paparnya.

Oleh karena berbagai masalah di atas, maka Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara perlu melakukan Pemetaan Resiko sebagai langkah awal dalam deteksi dini penyakit-penyakit infeksi emerging dan dapat menjadi panduan bagi Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dalam melihat situasi dan kondisi penyakit infeksi emerging sehingga dapat mengoptimalkan penyelenggaraan penanggulangan kejadian penyakit infeksi emerging yang difokuskan pada upaya penanggulangan beberapa parameter resiko utama yang dinilai secara objektif dan terukur.
Hasil penilaian pemetaan resiko dapat dijadikan perencanaan pengembangan program pencegahan dan pengendalian penyakit infeksi emerging yang mungkin terjadi di Kabupaten Aceh Utara.[ADV]

