Sel. Mei 26th, 2026

Ketua DPRK Lhokseumawe Faisal menekankan pentingnya sinergi antara teori dan praktik

Lhokseumawe – Ketua DPRK Lhokseumawe Faisal menekankan pentingnya sinergi antara teori dan praktik, hal ini disampaikan dalam kegiatan Lokakarya Kurikulum secara hybrid yang digelar oleh Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Malikussaleh, Selasa (15/10).

Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya evaluasi dan pengembangan kurikulum agar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, dinamika sosial-politik, serta perkembangan ilmu pengetahuan.

Dalam banyak konteks, praktik dan penerapan teori sangat penting untuk memahami, menguji, dan merasakan secara langsung bagaimana suatu konsep atau teori berfungsi dalam kehidupan nyata.

Namun, ada situasi di mana terdapat pemahaman teoritis yang mendalam, tetapi praktik tidak dapat segera dilakukan, seperti dalam eksperimen ilmiah yang memerlukan persiapan atau penelitian lanjutan. Meskipun demikian, keberhasilan eksperimen seringkali diukur oleh kemampuannya untuk diterapkan dan memperoleh hasil di dunia nyata.

“Sesungguhnya teori dan praktik adalah pasangan yang saling membutuhkan. Teori tanpa praktik bagaikan orang lumpuh, sedangkan praktik tanpa teori bagaikan orang buta. Hanya dengan kolaborasi, keduanya dapat sukses meraih tujuan. Tanpa kolaborasi, teori akan pasif tanpa aksi, sedangkan praktik akan membabi-buta tanpa visi,”Ujar, Faisal, Rabu (16/10/2024).

Ia menegaskan bahwa mahasiswa Ilmu Politik perlu aktif terjun ke dalam dunia politik praktis agar dapat memahami lebih dalam konteks politik di lapangan.

Pemahaman teoretis yang kuat sangat penting, namun tanpa keterlibatan langsung dalam politik praktis, sulit bagi mahasiswa untuk memahami kompleksitas dunia politik. Mereka harus berani terjun, agar kelak menjadi lulusan yang mampu berkontribusi di masyarakat dengan kompetensi yang mumpuni,”jelasnya.

Lokakarya ini tak hanya dihadiri oleh akademisi, mahasiswa dan alumni, namun juga melibatkan berbagai stakeholder penting dari wilayah Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe. Di antara tamu yang hadir adalah Ketua DPRK Lhokseumawe, perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe, perwakilan partai politik, serta Komandan Kodim 0103/Aceh Utara yang diwakili oleh Danramil.

Selain itu, turut hadir juga perwakilan dari Bawaslu Kota Lhokseumawe, Panwaslih Kota Lhokseumawe, organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan berbagai pihak lainnya yang memiliki kepentingan dalam pengembangan pendidikan politik di daerah tersebut.[ADV]

By Redaksi

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *