Jum. Jan 16th, 2026

Marcos Desak Juha Cristensen dan Uni Eropa Tuntaskan Poin Damai Aceh

blank

Lhokseumawe – Mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Sagoe Malikussaleh, Daerah II Wilayah Samudera Pasee, Misbahul alias Marcos, mendesak Juha Cristensen dan Uni Eropa segera menuntaskan poin-poin perdamaian Aceh yang dinilai mandek meski sudah 20 tahun sejak penandatanganan MoU Helsinki.

“Kami menantang Juha Cristensen dan Uni Eropa yang selama ini menjadi fasilitator perdamaian Aceh. Jangan biarkan kesepakatan ini jalan di tempat tanpa memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama di bidang sosial dan ekonomi,” ujar Marcos, Jumat (22/8/2025).

Ia menegaskan, para pihak yang telah menerima Nobel Perdamaian dunia terkait proses damai Aceh memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan seluruh butir MoU direalisasikan. “Indonesia masih menguasai hasil alam Aceh, baik darat maupun laut. Mereka berpura-pura tidak tahu soal implementasi MoU Helsinki dan PP Nomor 23 Tahun 2015,” tegasnya.

Marcos juga memperingatkan bahwa jika kondisi ini terus berlanjut tanpa penyelesaian yang adil, maka penghargaan Nobel tersebut layak dipertanyakan. “Kalau begini terus, Nobel yang kalian terima sebaiknya dikembalikan ke PBB di New York,” katanya.

Ia meminta Uni Eropa membentuk tim khusus agar proses perdamaian memasuki fase baru yang lebih konkret. “Pak Juha Cristensen, jangan main api dengan Aceh. Kami memiliki wilayah, bangsa, bahasa, sejarah, bahkan sistem pemerintahan monarki yang harus dihormati,” tutupnya, sambil mengisyaratkan bahwa ketidakseriusan penyelesaian dapat memunculkan gelombang ketidakpuasan baru di Aceh.[MJ]


blank

By Redaksi

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *