Aceh Utara – Ratusan keluarga penyintas banjir di Kabupaten Aceh Utara mulai menerima bantuan kemanusiaan untuk mendukung proses pemulihan pascabencana yang terjadi pada akhir November 2025.
Bantuan tersebut disalurkan oleh Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) bekerja sama dengan Mercy Relief di dua desa di Kecamatan Langkahan, yakni Desa Tanjung Jawa dan Desa Alue Krak Kayee, pada 17 April 2026.
Sebanyak 133 paket shelter kit diberikan kepada kelompok rentan guna mendukung perbaikan hunian sementara. Selain itu, 178 paket hygiene kit juga disalurkan kepada kepala keluarga untuk menjaga kebersihan dan kesehatan di tengah kondisi pascabanjir.
Penyaluran bantuan diprioritaskan bagi kelompok paling berisiko, seperti lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, serta keluarga dengan balita yang masih mengalami keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar.
Koordinator Lapangan Program SuFRA (Sumatra Floods 2025 Relief Aid), Muhammad Khadafi, menegaskan pentingnya akurasi data dalam proses distribusi bantuan.
“Kami melakukan verifikasi langsung bersama aparatur desa untuk memastikan bantuan benar-benar diterima oleh mereka yang paling membutuhkan,” ujarnya.
Program SuFRA sendiri menjangkau 10 desa di tiga provinsi. Di Aceh, program ini mencakup delapan desa, terdiri dari enam desa di Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, dan dua desa di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara.
Selain itu, bantuan juga disalurkan ke satu desa di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, serta satu desa di Nagari Ulakan, Sumatera Barat.
PKPA bersama Mercy Relief menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pemulihan masyarakat terdampak banjir melalui intervensi yang tepat sasaran, dengan fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar serta perlindungan kelompok rentan di wilayah terdampak.[Mj]

