Jum. Jan 16th, 2026

Bupati Aceh Utara (Ayah Wa) Terima Bantuan Masa Panik dari Provinsi Aceh

blank

Lhoksukon – Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, MM (Ayah WA) menerima kunjungan Ketua TPP – PKK Aceh, Marlina Usman, bersama Plt. Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Aceh Chaidir, MM dan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) untuk menyerahkan bantuan bencana banjir di halaman kantor Bupati. Selasa (25/11/2025).

Rombongan tiba dan disambut langsung oleh Bupati Aceh Utara, H. Ismail A Jalil, MM didampingi oleh Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Aceh Utara, Fakhrurradhi MH., Kalaksa BPBD Aceh Utara Fuad Mukhtar, M.SM serta sejumlah pejabat daerah lainnya.

Ketua TPP – PKK Aceh, Marlina Usman menyebutkan kegiatan penyerahan bantuan terdiri dari sembako, peralatan kebutuhan sandang, makanan Anak-anak, beras, minyak goreng dan makanan cepat saji yang akan didistribusikan ke beberapa titik lokasi terdampak banjir. “Insya Allah, bantuan ini akan langsung diserahkan ke lapangan, nanti kami akan didampingi Bapak Bupati untuk menuju ke titik lokasi banjir,” ucap Marlina Usman.

Sementara itu, Bupati Aceh Utara, H. Ismail A Jalil, menyampaikan terima kasih atas kepedulian dan bantuan yang diserahkan. “Alhamdulillah, bantuan ini akan segera kita salurkan langsung ke titik banjir. Nanti akan didampingi langsung oleh Kadis Sosial dan Kalaksa BPBD,” ujar Bupati yang akrab disapa Ayah Wa ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah Aceh Utara Muntasir Ramli, menyebutkan Pemerintah telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Banjir selama 54 hari ke depan berdasarkan Keputusan Bupati Nomor 360/845/2025 yang ditandatangani oleh H. Ismail A Jalil, MM. Penetapan tersebut dilakukan seiring semakin meluasnya dampak banjir akibat intensitas curah hujan semakin tinggi.

Muntasir menambahkan, berdasarkan data sementara dari BPBD Aceh Utara, banjir merendam 8 (delapan) Kecamatan. Yaitu, Tanah Jambo Aye, Seuneddon, Langkahan, Baktia Barat, Samudera, Syamtalira Aron, Lapang dan Muara Batu dan berdampak pada 4.555 jiwa (2.723 KK) serta 1.754 jiwa mengungsi (589 KK) Ibu Hamil 65 jiwa, Balita 366 jiwa, lansia 154 serta disabilitas 6 jiwa, menyebabkan 616 hektare sawah dan 555 tambak dan sejumlah infrastruktur dan fasilitas publik ikut terendam, “Tutup Muntasir.[wir]

blank

By Redaksi

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *