Aceh Utara – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melalui Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) menggelar Rapat Kerja Majelis Adat Aceh (MAA) yang membahas arsitektur dan ornamen khas Bumoe Pase, Selasa, 12 Mei 2026, bertempat di Oproom Setdakab Aceh Utara.
Rapat kerja tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Aceh Utara yang diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Aceh Utara, Dr. Fauzan, S.STP., M.P.A., didampingi Asisten III Bidang Administrasi Umum Setdakab Aceh Utara, Dayan Albar, S.Sos., M.A.P.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Aceh Utara, T. Idris Thaib, Ketua Komisi V DPRK Aceh Utara, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Aceh Utara, para kepala perangkat daerah dan kepala bagian terkait, Ketua Forum Camat, Ketua Forum Mukim, Ketua Forum Geuchik, serta jajaran akademisi dari Kota Lhokseumawe.
Dalam forum tersebut, peserta membahas penguatan identitas budaya daerah melalui pengembangan konsep arsitektur dan ornamen khas Aceh Utara yang berakar pada nilai-nilai adat dan kearifan lokal Bumoe Pase. Pembahasan ini diharapkan menjadi pedoman dalam pembangunan ke depan agar tetap mencerminkan karakter budaya daerah.
Ketua MAA Aceh Utara, T. Idris Thaib, menegaskan pentingnya pelestarian identitas budaya melalui desain arsitektur yang tidak hanya estetis, tetapi juga sarat makna sejarah dan adat istiadat Aceh.
Rapat kerja berlangsung dalam suasana diskusi aktif dan konstruktif, dengan harapan menghasilkan rumusan yang dapat menjadi acuan dalam pengembangan arsitektur dan ornamen khas Aceh Utara di masa mendatang.[sam]

