Dayah sebagai Ujung Tombak Islam di Samudera Pase

Redaksi
By
2 Min Read

Aceh Utara – Tanah bersejarah yang pernah menjadi pusat kejayaan Samudera Pase, kini memasuki usia 800 tahun.

Sebuah perjalanan panjang yang penuh dengan dinamika, perjuangan, dan kebangkitan. Dalam rentang delapan abad ini, Aceh Utara tidak hanya dikenal sebagai wilayah strategis perdagangan dan politik, tetapi juga sebagai benteng peradaban Islam yang kokoh.Sejak masa kejayaan Samudera Pase, pendidikan Dayah telah menjadi ujung tombak penyebaran Islam.

Pelaksana Tugas Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Aceh Utara, Tgk. Muhammad Yunus, S.Pdi mengatakan bahwa Dayah bukan sekadar lembaga pendidikan, melainkan pusat pembinaan akhlak, dakwah, dan penguatan identitas masyarakat.


“Para ulama dan guru dayah menjadi pelita yang menuntun generasi demi generasi, menjaga kemurnian ajaran Islam sekaligus membentuk karakter masyarakat yang berakhlak mulia’ Ungkap Tgk. Muhammad Yunus, S.Hi

Dalam momentum ulang tahun ke-800 ini, Aceh Utara menegaskan kembali peran dayah sebagai pilar utama peradaban Islam. Dayah adalah simbol keberlanjutan tradisi keilmuan yang diwariskan sejak era Samudera Pase, ketika Islam pertama kali berakar kuat di tanah pase ini.

Kita dapat melihat bagaimana dari bilik-bilik dayah yang ada sekarang, lahirlah para ulama, pemimpin, dan cendekiawan yang membawa cahaya Islam ke seluruh penjuru Aceh dan Nusantara kata Muhammad Yunus.

Dalam rangka momentum ulang tahun Aceh Utara ke-800 ini diharapkan bukan hanya perayaan untuk mengenang masa lalu, tetapi juga menatap masa depan demi Aceh Utara Bangkit dengan semangat baru.


“Mari kita menjadikan dayah sebagai pusat inovasi pendidikan Islam yang tetap berakar pada tradisi, namun adaptif terhadap perkembangan zaman, sehingga dengan demikian warisan Samudera Pase tidak sekadar menjadi catatan sejarah, tetapi terus hidup dalam denyut nadi masyarakat Aceh Utara dibawah kepemimpinan Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil., S.E., MM. (Ayah Wa) dan Wakil Bupati Tarmizi., S.I.Kom,(Panyang) menuju Aceh Utara Bangkit”. Tutup Tgk. Muhammad Yunus (SZ07)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *