Lhokseumawe — Partai Adil Sejahtera (PAS) Aceh menggelar Pendidikan Politik di Gedung Hasbi Assiddiqi, Kota Lhokseumawe, Rabu (16/9/2026). Kegiatan ini diikuti pengurus MPW PAS Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe serta MPC PAS Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.
Pendidikan politik tersebut menjadi bagian dari upaya konsolidasi dan penguatan kapasitas pengurus dalam memahami ideologi, khittah perjuangan, kekhususan Aceh, serta peran kader dalam menghadirkan tata kelola politik dan pemerintahan yang berorientasi pada kemashlahatan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Dr. Syamsul Bahri, S.E., M.M. menyampaikan materi Internalisasi Ideologi PAS Aceh & Strategi Kepemimpinan Berbasis Kekhususan Aceh. Ia menekankan bahwa ideologi tidak cukup sekadar diketahui dan dihafalkan, tetapi harus menjadi pedoman kader dalam berpikir, bersikap, mengambil keputusan, dan melayani masyarakat.
Sementara itu, Ketua Umum MPP PAS Aceh Tgk. H. Tu Bulqaini Tanjongan melalui materi Konsolidasi Ideologi & Penguatan Kekhususan Aceh menegaskan pentingnya menjaga identitas, kekhususan, serta sejarah perjuangan Aceh. Menurut materi tersebut, PAS Aceh harus tetap berpegang pada khittah perjuangan dan tidak terjebak dalam pragmatisme kekuasaan.
Penguatan kekhususan Aceh juga diarahkan pada pemahaman dan pengawalan UUPA, MoU Helsinki, syariat Islam, Wali Nanggroe, serta Dana Otonomi Khusus, sehingga kekhususan Aceh tidak berhenti sebagai norma, tetapi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Para pengurus dan kader juga didorong untuk membangun politik yang bersih, menolak politik uang, serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih.
Melalui pendidikan politik ini, PAS Aceh meneguhkan komitmen untuk memperkuat ideologi, menjaga kekhususan Aceh dan perdamaian, serta membangun kepemimpinan yang amanah dan tata kelola yang berintegritas. Seluruh agenda tersebut diarahkan pada kemashlahatan dan kesejahteraan masyarakat Aceh.[*]

