Muhasabah Jurnalis Pasee Jadi Ruang Kritik dan Sinergi untuk Kemajuan Unimal

Redaksi
By
3 Min Read

LHOKSEUMAWE – Puluhan wartawan dari Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe menghadiri kegiatan Muhasabah Jurnalis Pasee yang digelar di GOR AAC Universitas Malikussaleh, Uteunkot, Selasa (17/3/2026). Kegiatan ini dirangkaikan dengan buka puasa bersama dan menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan sinergi antara insan pers dan civitas akademika.


Acara yang dipandu oleh Teuku Kemal Fasya ini berlangsung dinamis. Para jurnalis diberikan ruang terbuka untuk berdialog, bertukar gagasan, hingga menyampaikan kritik konstruktif terhadap perkembangan kampus.


Kemal menyebutkan bahwa forum tersebut bukan sekadar diskusi biasa, melainkan ruang muhasabah atau introspeksi bersama.


“Ini adalah ruang saling bertukar pikiran. Siapa pun bisa memberikan saran, kritik terhadap Unimal, maupun berbagi pengetahuan terkait dunia jurnalistik,” ujarnya.


Menurutnya, keterbukaan seperti ini penting untuk menjaga hubungan yang sehat antara media dan institusi pendidikan, sekaligus meningkatkan kualitas informasi yang diterima publik.

Sementara itu, Rektor Unimal, Herman Fithra, menegaskan bahwa kampus yang dipimpinnya terus menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.


Ia menjelaskan, pembangunan infrastruktur masih terus berjalan di sejumlah lokasi strategis, seperti Kampus Reuleut dan Bukit Indah. Hal ini dilakukan untuk menunjang kebutuhan akademik yang terus meningkat seiring bertambahnya jumlah mahasiswa.


Tak hanya itu, Unimal kini menjadi salah satu perguruan tinggi yang diminati oleh mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan hingga mancanegara.


“Mahasiswa Unimal tidak hanya berasal dari seluruh penjuru tanah air, tetapi juga dari luar negeri seperti Kamboja, Prancis, Turki, dan Brunei Darussalam,” ungkap Herman.


Berdasarkan data tahun ajaran 2024/2025, jumlah mahasiswa Unimal mencapai sekitar 23.398 orang, dengan penerimaan mahasiswa baru setiap tahun berkisar 5.000 orang.


Dari sisi akademik, Unimal juga mencatat berbagai capaian penting. Saat ini, kampus tersebut telah memiliki 25 guru besar (profesor) dan mengantongi akreditasi institusi “Unggul”.


Selain itu, sebanyak 13 program studi di Unimal juga telah meraih akreditasi unggul, menandakan peningkatan kualitas pendidikan yang terus berkelanjutan.


Herman menegaskan bahwa masukan dari para jurnalis menjadi bagian penting dalam proses pembangunan kampus.
“Kami sangat berterima kasih kepada rekan-rekan jurnalis yang telah hadir, berdiskusi, dan memberikan masukan. Ini menjadi bagian penting dalam membangun Unimal ke arah yang lebih baik,” katanya.


Kegiatan Muhasabah Jurnalis Pasee kemudian ditutup dengan buka puasa bersama yang berlangsung hangat dan penuh keakraban. Momentum ini semakin mempererat hubungan silaturahmi antara civitas akademika Unimal dan insan pers di wilayah Pasee.


Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang lebih kuat antara media dan dunia pendidikan, guna mendorong transparansi, kritik yang sehat, serta kemajuan bersama di Aceh.[sam]

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *