LHOKSEUMAWE – UKM LEKISMA Al-Furqan bersama organisasi mahasiswa (Ormawa) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe menyatakan sikap menolak normalisasi LGBT. Pernyataan tersebut disampaikan melalui deklarasi dalam sebuah video yang menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai keislaman, memperkuat akidah generasi muda, serta mengedepankan dakwah yang santun dan berlandaskan ilmu.
Deklarasi yang disampaikan pada Rabu (14/10/2026) itu menjadi bentuk respons mahasiswa terhadap isu LGBT yang berkembang di tengah masyarakat. Dalam pernyataannya, organisasi tersebut menegaskan komitmen untuk menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai landasan dalam menyampaikan pandangan keagamaan.
Ketua Umum UKM LEKISMA Al-Furqan, Siddik Alfaid, membacakan langsung naskah deklarasi tersebut. Ia menegaskan bahwa sikap organisasi tidak hanya berfokus pada penolakan terhadap normalisasi LGBT dalam perspektif ajaran Islam, tetapi juga menempatkan dakwah yang bijaksana dan penghormatan terhadap martabat manusia sebagai bagian penting dari penyampaian pesan keagamaan.
Dalam deklarasi itu, terdapat empat poin utama yang menjadi landasan sikap organisasi.
Pertama, menolak normalisasi LGBT yang dinilai bertentangan dengan prinsip ajaran Islam. Kedua, berkomitmen menjaga akidah, akhlak, dan kehormatan generasi muda Muslim. Ketiga, mengajak generasi muda memperkuat dakwah Islam melalui ilmu pengetahuan, hikmah, dan keteladanan.
Sementara poin keempat menegaskan penolakan terhadap segala bentuk penghinaan dan kekerasan terhadap siapa pun.
Poin tersebut menjadi penegasan bahwa penyampaian sikap keagamaan harus tetap mengedepankan etika, tanggung jawab, dan pendekatan yang manusiawi. Perbedaan pandangan tidak seharusnya menjadi pembenaran untuk merendahkan, menghina, ataupun melakukan kekerasan terhadap individu lain.
Bagi organisasi tersebut, dakwah di lingkungan kampus perlu dijalankan dengan berpegang pada prinsip keislaman sekaligus mengedepankan kebijaksanaan dalam menyampaikan pesan. Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menyikapi persoalan sosial secara kritis, berlandaskan pengetahuan, dan tetap menjaga keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam penutup deklarasi, LEKISMA Al-Furqan menyerukan slogan, “Teguh dalam Akidah, Menolak Normalisasi LGBT, Santun dalam Dakwah!” Seruan itu kemudian diakhiri dengan takbir, “Allahu Akbar!” sebanyak tiga kali.
Melalui deklarasi ini, LEKISMA Al-Furqan bersama Ormawa UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe berharap mahasiswa dapat mengambil peran dalam merespons isu-isu kontemporer melalui penguatan literasi keagamaan, pendidikan akhlak, serta dialog yang sehat dan beretika.
Organisasi tersebut juga menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan dakwah kampus yang berorientasi pada pembinaan akidah, penguatan karakter, dan pendidikan generasi muda. Upaya itu diharapkan dapat mendorong terciptanya lingkungan kampus dan masyarakat yang menjunjung nilai-nilai keislaman, menjauhi kekerasan, serta menghormati martabat setiap manusia.[*]

