Sab. Apr 18th, 2026

Raih Anugerah Teladan 1 Nasional, Nakes RSU Cut Meutia Aceh Utara Dapat Laptop dan Tabungan

ACEH UTARA | LINTAS INFO RAKYAT, Petugas Teknik  Biomedika RSU Cut Meutia Aceh Utara,  Yusrida, STr Kes menerima sejumlah hadiah dari Kementerian Kesehatan RI pada Jumat (18/8/2023) seperti yang lansir di Media Serambinews.com.
Hadiah tersebut yaitu sebuah laptop, tabungan, kemudian akan menjadi Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) pada tahun 2024.
Hadiah itu diberikan Kemenkes RI atas prestasi  Yusrida berhasil mendapat anugerah sebagai tenaga Kesehatan teladan (nakesdan) 1 tingkat nasional tahun 2023.
Tanda Penghargaan Tenaga Kesehatan Teladan Tingkat Nasional ditandatangani dengan barcode oleh Menteri Kesehatan RI, Budi G Sadikin.
Penghargaan itu diserahkan Wakil Menteri Kesehatan dr Dante Saksono Harbuwono, SpPD kepada  Yusrida, di The Sultan Hotel & Residence Jakarta, Jumat (18/8/2023) malam.
Dalam kesempatan itu, Yusrida didampingi Direktur RSU Cut Meutia Aceh Utara, dr Baihaqi, mewakili Penjabat Bupati Aceh Utara.
“Selain mendapat nakesdan teladan 1 nasional, alhamdulillah kami dari Aceh juga mendapat penghargaan Best Group,” ujar  Yusrida.
Karena selain Yusrida, dari Aceh juga terpilih drg Anggia Paramitha, MKes, dokter gigi Puskesmas Meureubo Aceh Barat.
Direktur RSU Cut Meutia Aceh Utara dr Baihaqi kepada  Serambinews.com, Minggu (20/8/2023), menyampaikan dengan terpilihnya  Yusrida sebagai nakes teladan nasional, dapat menjadikan nakes lain di RS bersemangat dan termotivasi membuat pelayanan serta stimulas bagi nakes lainnya.
“Semoga bisa menjadi stimulus bagi nakes lainnya, dan ke depannya insya Allah akan hadir  Yusrida yang lainnya,” kata Direktur RSU Cut Meutia Aceh Utara.
Diberitakan sebelumnya,  Yusrida terpilih menjadi nakes teladan lewat karyanya penerapan teleradiology dengan menggunakan aplikasi Radiant Dicom berbasis internet di RSU Cut Meutia Aceh Utara.
Yusrida dalam video yang diupload di Youtube PPR PARI menjelaskan sebab dirinya terpikir membuat aplikasi dan menjelaskan manfaat aplikasi tersebut.
yang diterima di ruang radiologi mencapai 70 sampai 80 pasien.
“Dasar inilah kami berpikir bagaimana caranya, pasien umum yang berobat ke RSU Cut Meutia dapat menerima pelayanan terbaik dan tidak menunggu hasil lebih lama. Hasil dari berobat dapat diberikan secepat mungkin,” kata  Yusrida.
Inovasi teleradiology IE BI, kata  Yusrida, ini selain dapat menghemat biaya juga mempersingkat waktu baca hasil foto CT-Scan, juga sangat menghemat biaya pengadaan perangkat teradiologi seperti teks.
“Sebagaimana kita ketahui perangkat teleradiology tersebut sangat mahal di pasaran,” katanya.
Dengan menggunakan aplikasi IE BI ini, RSU Cut Meutia tidak perlu menggunakan dana yang besar untuk pengadaan alat tersebut.
“Kami hanya membutuhkan infrastruktur koneksi internet yang memadai, dengan koneksi itulah hasil yang kami berikan di radiologi akan lebih cepat dibandingkan dengan hasil radiologi yang sebelumya,” ungkap Sarjana Terapan Kesehatan tersebut.
Disebutkan dari implementasi aplikasi IE BI teleradiologi berbasis internet ini, sekarang hasil CT scan radiologi bisa lebih cepat terlaporkan kepada dokter yang merujuk baik berlokasi di poliklinik maupun IGD.
Contohnya kata  Yusrida, di Poli Saraf.
Apabila dokter ingin melihat hasil CT-Scan pasien yang mereka rujuk, langsung dapat melihat di komputer, tidak perlu lagi harus datang ke ruang radiologi.
“Aplikasi ini juga dapat dibuka di IGD dan rawat inap,” pungkas Yusrida.(*)

By Redaksi

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *