Lhokseumawe – Masa jabatan pengurus Badan Permusyawaratan Desa (BPD) atau Tuha Peut Gampong Meunasah Mesjid Cunda Kecamatan Muara Dua kota Lhokseumawe resmi berakhir. Sebagai bentuk tertib administrasi dan tanggung jawab kelembagaan, seluruh barang inventaris yang selama ini digunakan, termasuk kendaraan dinas dan peralatan administrasi, dikembalikan kepada pemerintah desa.
Pengembalian inventaris dilakukan secara simbolis di kantor Keuchik Gampong Meunasah Mesjid, disaksikan oleh perangkat desa dan tokoh masyarakat. Kendaraan dinas yang selama ini menunjang mobilitas pengurus, serta perlengkapan administrasi seperti komputer dan dokumen kerja, diserahkan kembali dalam kondisi baik.
Ketua Tuha Peut Gampong Meunasah Mesjid Kecamatan Muara Dua periode 2020-2026, Sazali Bin Zainal Abidin, menyampaikan bahwa pengembalian inventaris merupakan wujud komitmen menjaga transparansi dan akuntabilitas.
“Kami ingin memastikan bahwa semua fasilitas yang pernah digunakan tetap terjaga dan bisa dimanfaatkan oleh pengurus berikutnya,” ujarnya.
Keuchik Gampong Meunasah Mesjid Kecamatan Muara Dua, Drs. Murthada, MSM yang juga ketua forum Keuchik Muara Dua mengapresiasi langkah tersebut. Ia menegaskan bahwa tertib administrasi menjadi contoh baik bagi lembaga desa lainnya.
“Inventaris desa atau Gampong adalah milik bersama. Dengan dikembalikannya barang-barang ini, roda pemerintahan bisa terus berjalan tanpa hambatan,” kata Murthada.
Masyarakat menyambut positif proses pengembalian inventaris ini. Selain mencerminkan kedisiplinan, hal tersebut juga memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga Gampong.
Salah seorang masyarakat yang juga pengurus Majelis Adat Aceh (MAA) Gampong Meunasah Mesjid, Anwar Malik mengatakan ucapan terimakasih atas melaksanakan tugas dan fungsi Tuha Peut selama ini dan ucapan terimakasih atas pengabdian selama 6 tahun serta apresiasi atas pengembalian aset gampong sehingga dapat dipergunakan oleh kepengurusan berikutnya.
Dengan berakhirnya periode kepengurusan, Tuha Peut Gampong Meunasah Mesjid Cunda kini menunggu pelantikan pengurus baru yang diharapkan dapat melanjutkan peran strategis dalam menyalurkan aspirasi warga dan mengawasi jalannya pemerintahan desa. (Sz07)

