Kolaborasi dan Sinergi Warga Dewantara Semarakkan HUT RI ke-81 Lewat Lomba Dalail Khairat dan Peuayon Aneuk

Redaksi
By
3 Min Read

Aceh Utara – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Kecamatan Dewantara berlangsung sangat meriah dan penuh makna. Tidak hanya mengandalkan lomba-lomba fisik seperti panjat pinang atau balap karung, pemerintah kecamatan bersama masyarakat setempat memilih untuk mengangkat kearifan lokal melalui dua ajang utama: Lomba Dalail Khairat dan Lomba Peuayon Aneuk (Tradisi Menidurkan Anak).
( Selasa 18.08.2026 )

Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara unsur pemerintahan, tokoh agama, dan masyarakat dalam melestarikan budaya Aceh sekaligus mempererat tali persaudaraan di bulan kemerdekaan.

Camat Dewantara dalam sambutannya menyatakan bahwa pemilihan lomba Dalail Khairat dan Peuayon Aneuk yang dilaksanakan pada malam hari memiliki tujuan strategis. “Dalail Khairat adalah doa kebaikan bagi negeri, sementara Peuayon Aneuk adalah tradisi luhur pendidikan karakter sejak dini. Dengan memperlombakannya, kita mengajarkan generasi muda bahwa cinta tanah air juga berarti mencintai dan menjaga tradisi leluhur,” ujarnya.

Lomba Dalail Khairat diikuti oleh perwakilan dari setiap desa dengan antusiasme tinggi. Para peserta melantunkan sholawat dan doa-doa kebaikan dengan khidmat, menciptakan suasana spiritual yang kental di tengah kemeriahan perayaan 17 Agustus.

Keunikan Lomba Peuayon Aneuk

Sementara itu, Lomba Peuayon Aneuk (atau dikenal juga dengan istilah Do Da Idi atau Rateb Aneuk) berhasil mencuri perhatian publik. Dalam lomba ini, para ibu atau perwakilan wanita dari masing-masing desa mendemonstrasikan teknik menidurkan anak menggunakan ayunan tradisional sambil melantunkan syair-syair nasihat dan doa.

Penilaian tidak hanya dilihat dari kelancaran syair, tetapi juga kekhusyukan, irama ayunan, dan pesan moral yang terkandung dalam lirik lagu pengantar tidur tersebut. Tradisi ini dinilai sangat relevan untuk dikenalkan kembali kepada generasi milenial sebagai bentuk pendidikan karakter berbasis kasih sayang.

Dampak Positif Sinergi Masyarakat

Kolaborasi dalam penyelenggaraan acara ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari panitia tingkat kecamatan, pemuda desa (Karang Taruna), hingga dukungan penuh dari Majelis Adat Aceh (MAA) ranting setempat. Sinergi ini memastikan acara berjalan lancar dan mampu menyedot ribuan penonton dari berbagai lapisan masyarakat.

Perayaan HUT RI ke-81 di Kecamatan Dewantara diharapkan dapat menjadi model bagi kecamatan lain dalam mengemas perayaan kemerdekaan yang tidak hanya seremonial, tetapi juga edukatif dan bernilai budaya tinggi.[SB]

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *