IPAU Anugerahi Ayahwa, Pemimpin Sigap Bencana dan Responsif Aspirasi Publik

Redaksi
By
3 Min Read

BANDA ACEH — Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil atau yang akrab di sapa Ayahwa, mendapat apresiasi khusus dari Ikatan Pemuda Aceh Utara (IPAU) Banda Aceh. Ayahwa dianugerahi Anugerah IPAU 2026 sebagai pemimpin yang dinilai sigap dalam menghadapi bencana sekaligus responsif menyerap aspirasi masyarakat melalui media sosial.

Penghargaan tersebut diumumkan oleh Ketua Umum IPAU, Rifki Ismail, S.Ag., M.Pd., saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-XI IPAU di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, “ujar Muntasir Ramli Juru Bicara Pemerintah Aceh Utara. Sabtu (26/9/2026).

Rifki mengatakan, penghargaan itu tidak diberikan semata karena posisi Ayahwa sebagai kepala daerah. Akan tetapi, sebagai bentuk apresiasi terhadap pola kepemimpinan yang dinilai meresponsif, terutama ketika Aceh Utara menghadapi bencana banjir.

Menurutnya, Ayahwa juga menunjukkan keterbukaan dalam membangun komunikasi publik dengan memanfaatkan platform media sosial dan media massa sebagai ruang menyampaikan informasi sekaligus menerima aspirasi masyarakat.

“Anugerah ini merupakan bentuk apresiasi atas kepemimpinan yang sigap, terbuka, dan dekat dengan masyarakat,” kata Rifki.

Ia menyebutkan, IPAU selama periode kepengurusan 2022–2025 juga terus membangun komunikasi dan kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara. Sejumlah agenda yang didorong antara lain pembangunan dan rehabilitasi asrama mahasiswa serta program pendidikan dan sosial bagi masyarakat Aceh Utara.

Bagi Ayahwa, penghargaan tersebut bukan sekadar seremoni. Ia menjadikannya sebagai momentum untuk memperkuat hubungan pemerintah daerah dengan generasi muda Aceh Utara di Banda Aceh.

Dalam sambutannya, Ayahwa menegaskan komitmennya melanjutkan semangat Aceh Utara Bangkit dengan memperkuat pembangunan di berbagai sektor. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat Aceh Utara yang berada di Banda Aceh tidak hanya menjadi penonton. Akan tetapi, ikut memberikan gagasan dan kritik konstruktif bagi kemajuan daerah.

“Masukan dari seluruh tokoh sangat penting untuk memastikan pembangunan Aceh Utara berjalan lebih baik dan berkelanjutan,” ujar Ayahwa.

Ia membuka ruang kolaborasi dengan akademisi, ulama, mahasiswa, pemuda, dan tokoh masyarakat Aceh Utara di Banda Aceh. Menurutnya, pemerintah membutuhkan gagasan dari berbagai kalangan untuk memastikan arah pembangunan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Dalam konteks itu, Pemkab Aceh Utara juga menyatakan akan memberi perhatian terhadap asrama IPAU di Banda Aceh, termasuk dukungan terhadap program beasiswa bagi mahasiswa dan santri.

Ayahwa berharap hubungan antara pemerintah daerah dan generasi muda Aceh Utara di perantauan terus diperkuat. Sebab, menurutnya, pembangunan Aceh Utara membutuhkan kontribusi semua pihak, termasuk generasi muda yang sedang menempuh pendidikan dan membangun jejaring di Banda Aceh.

“Aceh Utara tidak bisa dibangun oleh pemerintah saja. Kita membutuhkan pikiran, tenaga, dan kontribusi seluruh masyarakat Aceh Utara, termasuk anak-anak muda yang sedang menuntut ilmu di Banda Aceh,” demikian Ayahwa.[*]

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *