Aceh Utara – Karang Taruna Keude Krueng Geukueh bersama Remaja Masjid Bujang Salim, Desa Krueng Geukueh, menggelar pawai takbiran dalam rangka menyambut Hari Raya Idulfitri. Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama dengan Muspika Dewantara, PT Pupuk Iskandar Muda, serta para donatur, dan berlangsung aman serta tertib.
Acara pelepasan pawai dipimpin langsung oleh Camat Dewantara, didampingi Kapolsek Dewantara, Danramil 01/Dewantara, anggota DPRK Aceh Utara, Humas PT PIM, Forum Geuchik Dewantara, Imum Mukim Krueng Geukueh, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat.
Dalam sambutannya, Camat Dewantara menyampaikan bahwa pawai takbiran tidak hanya menjadi tradisi syiar Islam, tetapi juga sebagai sarana mempererat ukhuwah dan kerukunan antarwarga.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial. Selain itu, kami juga mengimbau seluruh peserta dan pengemudi kendaraan untuk tetap menjaga keselamatan serta ketertiban lalu lintas selama pawai berlangsung,” ujarnya.
Ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai anak-anak, remaja hingga orang tua, turut ambil bagian dengan mengenakan busana muslim. Mereka membawa hiasan lampu warna-warni, umbul-umbul, serta alat musik tradisional yang mengiringi lantunan takbir, tahmid, dan tahlil.
Pawai dimulai dari halaman Masjid Bujang Salim, kemudian menyusuri jalan utama Desa Krueng Geukueh, sebelum kembali ke titik awal.
Ketua Karang Taruna Kecamatan Dewantara menyebutkan, tingginya antusiasme masyarakat menjadi salah satu faktor suksesnya kegiatan tersebut. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah dan organisasi kepemudaan sangat berperan penting.
“Kami berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam kegiatan positif yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Ketua Remaja Masjid Bujang Salim menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, baik tenaga, pikiran, maupun materi. Ia berharap tradisi pawai takbiran ini dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari budaya dan syiar keagamaan.
Kegiatan ini juga mendapat pengamanan dari personel Polsek dan Koramil Dewantara, serta dukungan relawan keamanan dari Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) dan kalangan pemuda. Hingga acara berakhir, tidak ditemukan gangguan keamanan maupun insiden yang merugikan.[*]

