Dari Kampus untuk Desa, UIN Sultanah Nahrasyiah Salurkan Donasi Buku untuk Perpustakaan Desa Tingkeum

Redaksi
By
3 Min Read

Aceh Utara — Buku memang lembaran kertas biasa. Tapi di tangan yang tepat, ia bisa menjadi
jendela dunia dan pintu masa depan bagi siapa saja yang membacanya. Itulah semangat yang
dibawa oleh mahasiswa KPM Mandiri Kelompok 06 UIN Sultanah Nahrasyiah saat menghadirkan
80 buku baru dan buku yang masih layak di pakai untuk Perpustakaan Gampong Tingkeum,
Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara.


Ini bukan sekadar menambah koleksi, donasi ini lahir dari gerakan kecil yang penuh makna dan
harapan karena sebuah ajakan sederhana yang berubah menjadi kepedulian bersama untuk
membuka lebih banyak akses pengetahuan bagi anak-anak dan masyarakat desa.


Sebanyak 80 buku berhasil dikumpulkan dan disalurkan untuk menambah koleksi bacaan di
Perpustakaan Gampong Tingkeum. Donasi tersebut berasal dari Perpustakaan UIN Sultanah Nahrasyiah serta sumbangan dari kawan-kawan yang tergerak hati untuk ikut berbagi buku.


Karena gerakan tersebut bermula sekitar satu minggu sebelum penyerahan. Mahasiswa KPM
Kelompok 06 tidak ingin kegiatan pengabdian berhenti pada program yang bersifat sementara.
Mereka kemudian membuka tautan donasi buku dan menyebarkannya melalui berbagai media
untuk mengajak kawan-kawan turut ambil bagian dan kesempatan .


Ajakan sederhana itu kemudian menjadi sebuah gerakan kecil yang menghasilkan puluhan buku.
Satu per satu buku terkumpul hingga akhirnya mencapai 80 buku untuk dibawa ke Perpustakaan Gampong Tingkeum.


“Kami ingin buku-buku ini tidak hanya menjadi koleksi, tetapi benar-benar bisa dibaca dan
memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama anak-anak dan pelajar di Gampong Tingkeum,” ujar Galih Novdiantoro, Ketua Kelompok 06 KPM Mandiri.


Penyerahan buku dilakukan oleh Galih Novdiantoro kepada Nurhani, S.Pd., Kepala Perpustakaan Gampong Tingkeum. Momen tersebut menjadi simbol sederhana dari pertemuan antara semangat mahasiswa, dukungan kampus, dan kepedulian kawan-kawan untuk menghadirkan akses bacaan yang lebih luas bagi masyarakat desa.


Lebih dari sekadar menambah jumlah koleksi, donasi tersebut diharapkan mampu membuat
perpustakaan semakin hidup.


Anak-anak yang datang tidak hanya menemukan ruang untuk membaca, tetapi juga menemukan
lebih banyak kesempatan untuk mengenal dunia melalui buku.


Bagi Kelompok 06 KPM Mandiri, meninggalkan buku di desa berarti meninggalkan sesuatu yang
dapat terus digunakan bahkan setelah masa pengabdian berakhir. Sebab, program KPM tidak
selalu harus dikenang melalui kegiatan besar. Terkadang, sesuatu yang sederhana seperti
sebuah buku dapat menjadi warisan kecil yang manfaatnya jauh lebih panjang.


Dari kampus, buku-buku itu dikumpulkan. Dari kawan-kawan, kepedulian itu datang. Dan di
Perpustakaan Gampong Tingkeum, semuanya dipertemukan untuk satu tujuan yaitu menyalakan semangat membaca dan membuka lebih banyak pintu pengetahuan bagi masyarakat.[*]

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *