Lhokseumawe – Upaya meningkatkan kualitas pendidikan dayah di Kabupaten Aceh Utara terus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melalui Dinas Pendidikan Dayah. Berbagai strategi pembinaan disiapkan untuk memperkuat kapasitas kelembagaan dayah, meningkatkan kompetensi tenaga pendidik, serta menciptakan generasi santri yang berilmu, berakhlak mulia, dan mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman.
Komitmen tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Aceh Utara yang diwakili Plt Kepala Bidang Pendidikan Dan Sumber Daya Santri, Sazali, S.Sos, M.Kom.I, dalam kegiatan dialog interaktif di Radio Republik Indonesia (RRI) Lhokseumawe, dengan mengangkat tema “Peran Pemerintah dalam Memajukan Dayah : Strategi Dinas Pendidikan Dayah Aceh Utara dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan Islam” yang dipandu oleh Yuna dilaksanakan pada hari Kamis, 05 November 2026.
Dalam dialog tersebut, Kabid Pendidikan dan Sumber Daya Santri memaparkan bahwa dayah memiliki posisi strategis dalam pembangunan sumber daya manusia, khususnya dalam membentuk karakter, memperkuat nilai-nilai keislaman, serta melahirkan generasi yang memiliki landasan ilmu agama dan akhlak yang kuat.
“Pembinaan dayah tidak cukup hanya berorientasi pada pembangunan fisik dan pemberian bantuan, tetapi harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan, mencakup peningkatan mutu pendidikan, penguatan manajemen kelembagaan, kesejahteraan tenaga pendidik, serta penyediaan sarana dan prasarana yang memadai” ungkap Sazali.
Lebih lanjut dalam paparan disebutkan Dayah merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda. Karena itu, pembinaannya harus dilakukan secara terarah, berkesinambungan, dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing dayah.
Sazali menambahkan, strategi pembinaan Dinas Pendidikan Dayah Aceh Utara diarahkan pada sejumlah aspek prioritas. Di antaranya peningkatan kesejahteraan guru dayah, pembinaan dan pengembangan kapasitas santri, pengadaan kitab sebagai sumber utama pembelajaran, pembangunan serta rehabilitasi sarana dan prasarana pasca bencana, hingga pelatihan manajemen bagi pengelola dayah dan balai pengajian serta penguatan kualitas pembelajaran kitab kuning yang juga menjadi perhatian sangat penting.
Partisipasi Dinas Pendidikan Dayah dalam dialog interaktif RRI Lhokseumawe sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun keterbukaan informasi dan memperkuat komunikasi pemerintah dengan masyarakat, sehingga program pembinaan dayah dapat dipahami, didukung, dan dikawal bersama-sama. (SZ07)
